♥ Jika hakikat pernikahan adalah hanya karena SEKS,
maka pasangan akan
selalu bertengkar jika servis di kamar tidur tidak memuaskan..
♥ Jika hakikat pernikahan adalah hanya karena HARTA,
maka pasangan bakal bubar jika bankrupt..
♥ Jika hakikat pernikahan adalah hanya karena KECANTIKAN / KETAMPANAN,
maka pasangan bakal lari jika rambut mulai
beruban dan muka keriput atau badan jadi gendut..
♥ Jika hakikat pernikahan adalah hanya karena ZURIAT (KETURUNAN),
maka pasangan akan cari alasan untuk pergi jika pasangan tidak dapat memberi anak..
♥ Jika hakikat pernikahan adalah hanya karena KEPRIBADIAN,
maka pasangan akan kabur jika pasangannya berubah tingkah lakunya..
♥ Jika hakikat pernikahan adalah hanya karena CINTA,
hati manusia itu tidak tetap dan mudah terpikat pada hal-hal yang lebih baik & tanpa kita sadar cinta itu bisa hilang di hati..
♥ Jika hakikat pernikahan adalah
karena IBADAH kepada ALLAH,
maka sesungguhnya ALLAH itu KEKAL dan MAHA PEMBERI HIDUP kepada makhlukNYA ..
Dan ALLAH mencintai hambaNYA melebihi seorang ibu mencintai
bayinya,
maka tak ada alasan
apapun di dunia yang dapat meretakkan rumah tangga kecuali
jika pasangan mendurhakai ALLAH.
Silaturrahim dan Ukhwah
Selasa, 20 Mac 2012
Hati kita meronta untuk mencintai dan dicintai.
Alangkah remuknya hati tatkala apa yang
kita cintai tidak kita miliki.
Alangkah kecewanya jiwa tatkala cinta kita tidak dibalas oleh orang yang kita cintai.
Ternyata hati itu bukan milik kita, ia adalah milik Allah.
Kita tidak bersalah tatkala cinta itu lahir terhadap seseorang, tetapi kita keterlaluan tatkala kita memaksa ia kepada seseorang.
Bukankah sepatutnya kita ridha dengan ketentuan Allah yang
tidak menumbuhkan cinta terhadap kita di hati orang yang kita cintai?
Alangkah dzalimnya kita tatkala kita tidak dapat menerima apa yang telah ditetapkan oleh Allah.
Sabarlah wahai hati, InsyaAllah kamu akan menemukan pasangan hatimu yang lain yang akhirnya akan bersatu.
Untukmu Wahai Calon Imamku...
Aku inginkan dia yang bisa bicara benar padaku dan bukan hanya membenarkan kata-kataku...
Aku inginkan dia yang bisa kembali menegakkan bahuku dan mampu membuatku menatap
kembali kedepan, bukan seseorang yang hanya memberiku sandaran yang membuatku menyesali dan tenggelam dalam kegagalanku...
Aku inginkan dia yang mampu menjadi imam dalam hidupku dan mampu membawaku mendekat pada apa yang aku yakini...
Aku inginkan dia yang tidak mengandalkan kata manis untuk membuatku luluh, namun membuatku merasa teristimewa
hanya dengan kemampuannya
dalam memahamiku...
Aku inginkan dia yang mengajariku untuk selalu sibuk
berusaha hingga aku lupa meluangkan waktuku untuk terus
mengeluhkan sesuatu yang belum kucapai...
Aku inginkan dia yang mampu mengingatkanku saat aku lengah dan terlena dalam keberhasilan yang kucapai...
Aku inginkan dia yang bisa menerimaku apa adanya, memberiku tempat disisinya sebagai teman berbagi dan menghargaiku sebagai seorang wanita yang ia cintai...
Aku inginkan dia yang membuatku bangga, bukan
karena betapa rupawannya ia, tapi karena kebaikan hatinya...
Aku inginkan dia yang bisa mengajakku sejenak menunduk saat aku terus menatap ke atas dan lupa bersyukur untuk apa kumiliki saat ini...
Aku inginkan dia yang selalu bisa membuatku bertahan & kuat untuk menjalani kehidupan hingga saatnya nanti di kehidupan yang abadi.
Seringkali kita merenung tentang betapa mulia & bersihnya hati Nabi...
* Tetap senyum apabila dibenci...
* Tetap tenang apabila dimusuhi...
* Tetap membantu walau disakiti...
* Tetap menyeru kebaikan walau diusir pergi...
... Tapi Kenapa kita ...
* Mudah membenci apabila dikasari...
* Mudah berputus asa tatkala yang dilakukan tak berhasil...
* Mudah kecewa apabila orang lain tak memahami...
* Mudah tersinggung apabila dinasihati...
Usahalah bangkitkan diri agar segala yang indah menghiasi
pribadi...
Karena teladan kita adalah Nabi...
Itulah sifat hamba ALLAH yang hakiki...
Jadikan semangat Nabi sebagai panduan untuk kita...
Mari sama-sama kita muhasabah diri..........
* Tetap senyum apabila dibenci...
* Tetap tenang apabila dimusuhi...
* Tetap membantu walau disakiti...
* Tetap menyeru kebaikan walau diusir pergi...
... Tapi Kenapa kita ...
* Mudah membenci apabila dikasari...
* Mudah berputus asa tatkala yang dilakukan tak berhasil...
* Mudah kecewa apabila orang lain tak memahami...
* Mudah tersinggung apabila dinasihati...
Usahalah bangkitkan diri agar segala yang indah menghiasi
pribadi...
Karena teladan kita adalah Nabi...
Itulah sifat hamba ALLAH yang hakiki...
Jadikan semangat Nabi sebagai panduan untuk kita...
Mari sama-sama kita muhasabah diri..........
Ahad, 18 Mac 2012
Alkisah ada anak lelaki dengan watak
buruk.
Ayahnya memberi dia sekantung penuh
paku, dan
menyuruh memaku satu batang paku di
pagar
pekarangan setiap kali dia kehilangan
kesabarannya atau berselisih paham
dengan
orang lain.
Hari pertama dia memaku 37 batang di
pagar.
Pada minggu-minggu berikutnya dia
belajar untuk
menahan diri, dan jumlah paku yang
dipakainya
berkurang dari hari ke hari. Dia
mendapatkan
bahwa lebih gampang menahan diri
daripada
memaku di pagar.
Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu
lagi
memaku sebatang paku pun dan dengan
gembira
disampaikannya hal itu kepada ayahnya.
Ayahnya kemudian menyuruhnya
mencabut
sebatang paku dari pagar setiap hari bila
dia
berhasil menahan diri/bersabar.Hari-hari
berlalu
dan akhirnya tiba harinya dai bisa
menyampaikan
kepada ayahnya bahwa semua paku
sudah
tercabut dari pagar.
Sang ayah membawa anaknya ke pagar
dan
berkata :Anakku, kamu sudah berlaku baik,
tetapi coba lihat betapa banyak lubang
yang
ada dipagar. Pagar ini tidak akan kembali
seperti
semula.Kalau kamu berselisih paham atau
bertengkar dengan orang lain, hal itu
selalu
meninggalkan luka seperti pada pagar.
Kau bisa menusukkan pisau di punggung
orang
dan mencabutnya kembali, tetapi akan
meninggalkan luka. Tak peduli berapa
kali kau
meminta maaf/menyesal, lukanya
tinggal. Luka
melalui ucapan sama perihnya seperti
luka
fisik.
Kawan-kawan adalah perhiasan yang
langka.
Mereka membuatmu tertawa dan
memberimu
semangat. Mereka bersedia
mendengarkan jika
itu kau perlukan, mereka menunjang dan
membuka
hatimu. Tunjukkanlah kepada teman-
temanmu
betapa kau menyukai mereka.
Untuk mengakhiri : Keindahan
persahabatan
adalah bahwa kamu tahu kepada siapa
kamu
dapat mempercayakan rahasia.
(Alessandro Manzoni)
Beberapa baris untuk direnungkan
.
Berilah kepada orang lebih dari yang
mereka
harapkan, dan lakukan secara
bijaksana.Yakinlah
pada dirimu ketika berkata :
Aku mencintai mu.
Jika kau berkata : Aku menyesal, tataplah
mata
lawan bicaramu.Jangan permainkan
harapan orang
lain.Mungkin kau bisa tersinggung, tetapi
itulah
satu- satunya cara untuk menjalani
hidupmu.
Jangan adili orang lain, tetapi adili
dirimu secara
kritis.Bicaralah pelan, tetapi cepat dalam
berpikir.
Jika kau ditanya sesuatu yang tak ingin
kau
jawab,senyumlah, dan tanya : Mengapa
kamu mau tahu? Ingatlah bahwa kasih
yang
paling indah dan sukses yang terbesar
mengandung banyak resiko.
Jika kau kalah, jangan lupakan pelajaran
dibalik
kekalahan itu. Hargai dirimu. Hargai
orang lain.
Bertanggung jawablah atas tindakanmu.
Jangan
biarkan selisih paham merusak indahnya
persahabatan.
Tafakur Diri
~Jika kita bertemu dengan seseorang, maka yakinilah bahwa dia lebih baik dari kita.
Katakan dalam hati, "Mungkin kedudukannya di sisi Allah jauh lebih baik dan lebih tinggi dariku.".
~Jika bertemu anak kecil, maka katakanlah dalam hati, "Anak ini belum bermaksiat kepada Allah, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepadaNya. Tentu anak ini jauh lebih baik dariku".
~Jika bertemu orang tua, maka katakanlahlah dalam hati, "Dia telah beribadah kepada Allah jauh lebih lama dariku. Tentu dia lebih baik dariku".
~Jika bertemu dengan seorang yang berilmu, maka katakanlah dalam hati, "Orang ini memperoleh karunia yang tidak akan kuperolehi mengetahui apa yang tidak kuketahui dan dia mengamalkan ilmunya. Tentu dia lebih baik dariku.".
~Jika bertemu dengan orang yang bodoh, maka katakanlah dalam hati, "Orang ini bermaksiat kepada Allah kerana dia bodoh (tidak tahu)..sedangkan aku bermaksiat kepadaNya padahal aku mengetahui akibatnya.
Dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak. Dia tentu lebih baik dariku".
~Jika bertemu dengan orang kafir, maka katakanlah dalam hati,"Aku tidak tahu bagaimana keadaannya kelak, mungkin di akhir usianya dia memeluk Islam dan beramal soleh. Dan mungkin boleh jadi di akhir usia diriku kufur dan berbuat buruk.
Langgan:
Catatan (Atom)


.jpg)



